Ya Allah,
Engkau Maha Mengetahui setiap hal yang telah berlaku padaku,
air mata yang tertahan,
dan rasa sakit yang tersembunyi dari pandangan manusia.
Di saat niat baik dan ketulusanku dibalas dengan keegoisan, ketidakadilan, atau pengkhianatan,
aku memilih untuk tidak membawa kepahitan di dalam dadaku.
Tolong hilangkan ingatanku pada hal-hal yang sempat membuatku merasa kecil,
angkatlah ketakutan yang berlebihan,
kecemasan tanpa ujung,
serta kesedihan yang perlahan menggerogoti imanku.
Jauhkan hatiku dari rasa benci dan dendam,
karena aku tidak ingin membiarkan kezaliman orang lain meracuni jiwaku atau menambah timbangan keburukanku.
Jika aku dizalimi,
kembalikanlah hak-hakku dengan cara terbaik-Mu,
tunjukkanlah kebenaran,
dan hadirkan keadilan-Mu tanpa membiarkan perkara ini memudaratkan hidupku.
Cukuplah Engkau sebagai pembela dan pelindungku;
aku serahkan seluruh urusan ini ke tangan-Mu.
Ya Allah, uruskanlah dia dengan keadilan-Mu,
dan uruskanlah urusanku dengan rahmat-Mu.
Sadarkan aku sepenuhnya bahwa manusia memiliki keterbatasan dan masalahnya masing-masing,
sehingga satu-satunya tempatku bersandar dan menyerahkan kelemahan hanyalah kepada-Mu.
Aku yakin apapun badainya, semuanya pasti akan berlalu dengan penyertaanMu.
Hari ini aku memaafkan keadaan yang menyakitkan itu dan melepaskan segala hal yang memberatkan nafasku.
Gantikan keraguan dan lukaku dengan rasa ikhlas, tenang, dan damai yang utuh.
Penuhilah diriku dengan energi positif,
berikan aku kekuatan dan tenaga yang lapang untuk melangkah dengan ringan,
serta bukakanlah jalan bagi kehidupan yang cemerlang dan rezeki yang mengalir deras penuh manfaat.
Hujan telah usai, dengan berserah penuh kepada-Mu, aku siap menyambut pelangi terindah dalam hidupku.
Aamiin.

0 Response to "Mengetuk Pintu Langit"
Post a Comment